Posts Tagged ‘ramadhan’

Peranan Puasa dalam Memancarkan Aura dalam Diri

Peranan Puasa dalam Memancarkan Aura dalam Diri - aura pelupa

ayo puasa

Bulan suci Ramadhan telah tiba. Bagi setiap umat muslim di seluruh dunia, bulan suci ramadhan menjadi bulan suci yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya. Betapa tidak, bulan suci tersebut menawarkan banyak keberkahan pada setiap umat yang menjalankan puasa.

Puasa dapat memancarkan aura positif dalam diri Anda? Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus dari mata hari terbit hingga terbenam, tapi juga menahan hawa nafsu. Dengan demikian orang yang puasa pikirannya akan senantiasa dipenuhi oleh energi-energi positif yang melindunginya. Energi positif inilah yang kemudian akan memancarkan aura dalam diri Anda. Tentu dengan muatan yang positif pula.

Puasa juga melatih kesabaran dalam hati, dengan begitu Anda akan terhindar dari segala macam dengki, amarah dan iri hati yang hanya akan merusak suasana dan aura kehidupan. Dengan puasa Anda akan senantiasa berbaik sangka pada Allah dan sesama. Sehingga hati dan pikiran Anda akan terhindar dari pikiran kotor yang negatif.

Dengan mengetahui peranan penting dari puasa ini, maka tak ada alasan untuk meninggalkannya. Puasa terbukti memberikan sejuta manfaat baik bagi tubuh, hati dan juga pikiran kita. jadi, sambutlah bulan suci ramadhan tahun ini dengan penuh kebahagiaan agar selain pahala, aura positif pun dapat terpancar dengan baik.

Iklan

Khutbah Ramadhan Nabi Muhammad Saw.

Pada bulan Ramadhan umat Islam diwajibkan untuk Puasa, tentunya kita ingin mengetahui Khutbah Nabi Muhammad Saw dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Dikisahkan (Syaikh ‘Abbas al-Qummi, Mafatih al-Jinan, hlm. 172-174.) ketika hendak memasuki bulan Ramadhan di Madinah Beliau menyampaikan Khutbah Menyambut Bulan Ramadhan, sebagian dari khutbahnya:

Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan maghfirah. Inilah bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Dan jam-jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu-tamu Allah dan dimuliakan-Nya.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, dan tidurmu dihitung ibadah. Amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Maka, bermohonlah kepada Allah dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah di bulan agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu kelaparan dan kehausan di Hari Kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang-orang tuamu. Sayangilah yang muda. Sambungkan tali persaudaraanmu. Jagalah lidahmu. Tahanlah pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. Kasihilah anak-anak yatim. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu, karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia akan menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu. Maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu. Maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Tuhan semesta alam.

Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. Sahabat-sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Tidakkah kami semua mampu berbuat demikian,” Rasulullah meneruskan, “Jagalah dirimu dari api neraka, sekalipun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka, sekalipun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Barangsiapa membaguskan akhlaknya di bulan ini, maka ia akan berhasil melewati titian (shirath) pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barangsiapa meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (yakni, pegawai atau pembantu) di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya pada Hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, maka Allah akan menahan murka-Nya pada hari berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambung tali persaudaraan di bulan ini, maka Allah akan menghubungkan dirinya dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunnat di bulan ini, maka Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan shalat fardhu di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, maka ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan-bulan lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan untukmu. Maka bermohonlah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Dan pintu-pintu neraka ditutup. Maka bermohonlah kepada Tuhanmu agar tidak pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu. Maka bermohonlah agar mereka tidak pernah mengasaimu.

Amirul Mukminin, “Ali bin Abi Thalib, berkata, “Aku berdiri dan bertanya, “Ya Rasulullah! Amal apa yang paling utama di bulan ini?” Nabi menjawab, “Ya, Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah memelihara diri dari apa yang diharamkan Allah.”

Demikianlah sebagian dari Khutbah Nabi Muhammad Saw dalam menyambut datangnya Bulan Ramadhan! Semoga kita semua dapat memanfaatkan dan mengamalkannya sebesar-besarnya dari isi khutbah yang di sampaikan Nabi Muhammad Saw., Jangan lewatkan kesempatan ini, Amin!?