Kutu Buku, adalah hewan yang kerjanya bukan rajin membaca buku tetapi memakan buku, kalau penyanyi dangdut Inul Daratista terkenal dengan Goyang Ngebor Goyang Gergaji dan membuat senang yang menonton, tetapi kutu dengan gerakan ngebornya membuat pemilik buku mencak-mencak karena buku hancur karenanya.
Oleh karena itu orang yang gemar membaca buku dapat julukan kutu buku, sama-sama suka buku tapi kutu tujuannya makan bukan merusak lho, sedangkan manusia seharusnya ilmu yang didapat dari membaca buku digunakan untuk kebaikan jiwa raga bukan untuk menipu atau korupsi sehingga akhirnya meracuni jiwa raga sendiri.
Dalam perkembangannya, buku mulai dijumpai dalam bentuk keping cd, dengan mudah disimpan dalam memori card, flashdisk, harddisk, juga sudah berbentuk e-book terbebas dari kutu tapi rawan virus. Sekarang buku dalam bentuk e-book juga dengan mudah didapat di perpustakaan online. Pelajar dan guru kalau tidak mengikuti perkembangannya bakal ketinggalan wawasannya. Kalau dulu sulitnya cari referensi dalam membuat skripsi sekarang dengan mudah kita dapatkan semuanya.
Kami memiliki Warnet dan perpustakaan yang kami jadikan satu, sebelum saya jadi kan satu, perpustakaan banyak pengunjungnya. Ketika kami jadikan satu pengunjung perpustakaan malu-malu minta diajari nge-Net dan disinilah awal kehancuran perpustakaan kami, begitu mereka bisa nge-Net mulailah mereka meninggalkan Buku. Tetapi disisi lain pelanggan warnet kami sekitar 20% sebagai pelanggan baru perpustakaan dan jadi pelanggan setia pinjam buku. Dengan kondisi seperti ini perpustakaan saya pertahankan.
Jadi bagi kita semua tidak perlu ragu menulis untuk diterbitkan dalam bentuk buku, adanya internet malah menguntungkan buat juga versi e-book dan manfaatkan internet untuk promosi!
Bagi anda yang ingin menerbitkan buku dan tidak tahu caranya, anda bisa mengikuti ajakan Bapak Abdul Cholik di Proyek Buku Warung Blogger Bersatu Menerbitkan Buku. Selamat berkarya untuk semuanya!



Recent Comments